POLA PEMBINAAN PROGRAM PENDIDIKAN NON FORMAL

Linda Fajarwati

Abstract


Pembinaan program pendidikan non formal di Kabupaten Gresik masih lemah sehingga program belum dapat berkembang. Akan tetapi program PNF di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik berkembang dengan baik dikarenakan pembinaan dari penilik PLS, tokoh masyarakat dan pengelola PKBM. Pembinaan dilakukan dengan maksud agar kegiatan atau program yang sedang dilaksanakan sesuai dengan rencana atau tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Berdasarkan rasional diatas betapa pentingnya suatu pembinaan yang dilakukan oleh pihak-pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat. Sehingga pola pembinaan pada penyelenggaraan program pendidikan non formal di PKBM Baitul Muslimin sangat menarik untuk dikaji. Penelitian ini difokuskan pada pertanyaan besar yaitu bagaimana “Pola pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal di PKBM Baitul Muslimin Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik”. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) bagaimana indikator keberhasilan PKBM Baitul Muslimin (2) bagaimana faktor pendukung keberhasilan PKBM Baitul Muslimin (3) bagaimana bentuk pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal di PKBM Baitul Muslimin (4) rasional penerapan pola pembinaan di PKBM Baitul Muslimin. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (studi kasus). Teknik yang digunakan untuk menentukan informan adalah Snowball Sampling Technique. Subyek penelitian adalah seluruh unsur yang mendukung terlaksananya program-program PNF di PKBM Baitul Muslimin antara lain penilik, tokoh masyarakat, pengelola PKBM, tutor, TLD dan penyelenggara program. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencakup tiga tahap kegiatan yaitu 1) reduksi data, 2) penyajian data dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil temuanya adalah sebagai berikut: Pertama, ada sepuluh indikator keberhasilan PKBM Baitul Muslimin sesuai dengan indikator keberhasilan PKBM menurut patokan Diknas. Kedua, faktor pendukung keberhasilan PKBM Baitul Muslimin adalah (a) kelembagaan PKBM, (b) sarana prasarana yang memadai, (c) sumber daya manusia yang berkualitas, (d) strategi manajemen, (e) partisipasi masyarakat, (f) pendanaan dari kerjasama, (g) sosialisasi, (h) keterkaitan semua unsur, (i) manfaat untuk masyarakat. Ketiga, pola pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non formal di PKBM Baitul Muslimin terdiri dari empat hal yaitu: a. penyelenggaraan program pendidikan non formal melibatkan tokoh masyarakat b. program pendidikan non formal berdasarkan pada kebutuhan masyarakat, c. program pendidikan non formal berbasis agama artinya pembelajaran disisipi dengan pengetahuan agama dan d. menerapkan strategi manajemen PDCA (Plan, Do, Check dan Action). Keempat, rasional penerapan pola pembinaan penyelenggaraan program pendidikan non forma di PKBM Baitul Muslimin adalah karena adanya kecocokan antara strategi manajeman yang digunakan dengan kondisi program pendidikan non formal dan di padukan dengan latar belakang masyarakat.


Keywords


pola, pembinaan, program pendidikan non formal (PNF).

Full Text:

PDF