Sufism In Taufiqurrahman Al Azizy's 3 Wali 1 Bidadari Lelaki Pilihan Abah

Achmad Syuja'i, Akhmad Taufiq, Furoidatul Husniah

Abstract


Sufisme atau ajaran tasawuf adalah ajaran dalam agama Islam tentang pencarian kebenaran dengan melakukan disiplin-disiplin tertentu sehingga sampai kepada pengetahuan atau pemahaman tentang Tuhan. Pemahaman tentang Tuhan tersebut dapat dicapai dengan berlatih melalui tahapan kenaikan rohani, sampai pada perenungan dan pemahaman yang lebih dalam tentang Tuhan. Konsep tentang kenaikan rohani tersebut dalam ajaran tasawuf disebut dengan maqam, sedangkan renungan terhadap Tuhan disebut dengan hal. Selain itu, dalam ajaran tasawuf, seseorang yang telah mencapai tingkatan tertinggi mendapatkan keistimewaan dari Tuhan berupa kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa atau yang disebut dengan karomah (As Sarraj, 1914:17, Nicholson, 1998:99,Simuh, 1997:49).

Sufisme atau ajaran tasawuf tidak hanya diajarkan melalui kitab-kitab yang ditulis oleh  para sufi, tetapi juga termuat dalam karya sastra seperti puisi dan cerita. Sufisme dalam sastra menjadi salah satu cara untuk mengajarkan nilai- nilai ajaran tasawuf. Hal ini bermanfaat bagi pembaca untuk berintrospeksi diri agar menjadi manusia yang berakhlak baik. Pembaca dapat memperoleh pencerahan dan penghayatan yang lebih mendalam terhadap ajaran agama. Contohnya adalah pembaca belajar untuk menghayati dan merenungkan ungkapan sufistik dalam puisi atau perilaku sufistik dalam cerita. Perilaku tersebut biasanya adalah perjuangan seseorang untuk mencapai derajat atau tingkatan tertinggi di mata Tuhan. Untuk mencapai hal tersebut seseorang harus membersihkan hatinya dari sifat-sifat tercela.




DOI: 10.25037/pancaran.v6i4.115

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Pancaran Pendidikan