
Susu kedelai adalah minuman nabati yang dibuat dari kacang kedelai yang direndam, dihaluskan, dan dimasak. Susu kedelai merupakan sumber protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik. Susu kedelai juga merupakan alternatif yang baik untuk susu sapi bagi orang yang alergi atau tidak toleran laktosa.
Susu kedelai memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya:
- Menurunkan kadar kolesterol
- Mengurangi risiko penyakit jantung
- Membantu menurunkan berat badan
- Mengurangi risiko kanker tertentu
- Meningkatkan kesehatan tulang
Selain manfaat kesehatan, susu kedelai juga memiliki fungsi sebagai bahan dasar berbagai makanan dan minuman, seperti tahu, tempe, dan es krim. Susu kedelai juga dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi dalam resep makanan dan minuman.
Susu Kedelai
Susu kedelai, minuman nabati yang kaya akan protein dan nutrisi, menawarkan berbagai manfaat kesehatan dan kegunaan kuliner. Berikut adalah 10 manfaat utama susu kedelai:
- Menurunkan kolesterol
- Menjaga kesehatan jantung
- Membantu menurunkan berat badan
- Mengurangi risiko kanker
- Meningkatkan kesehatan tulang
- Sumber protein nabati
- Kaya serat
- Mengandung vitamin dan mineral
- Alternatif bagi penderita intoleransi laktosa
- Bahan dasar berbagai makanan
Manfaat susu kedelai beragam, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga menyediakan sumber protein nabati yang baik. Susu kedelai juga merupakan alternatif yang sangat baik bagi penderita intoleransi laktosa, karena tidak mengandung laktosa. Selain itu, susu kedelai juga dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai makanan dan minuman, seperti tahu, tempe, dan es krim. Dengan demikian, susu kedelai merupakan minuman yang sangat bermanfaat dan serbaguna, menjadikannya pilihan yang baik untuk kesehatan dan gaya hidup Anda.
Menurunkan kolesterol
Susu kedelai mengandung isoflavon, senyawa tanaman yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Isoflavon telah terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).
-
Menghambat penyerapan kolesterol
Isoflavon dalam susu kedelai dapat menghambat penyerapan kolesterol dari makanan di usus.
-
Meningkatkan produksi empedu
Susu kedelai juga dapat meningkatkan produksi empedu, yang membantu mengeluarkan kolesterol dari tubuh.
-
Mengurangi oksidasi kolesterol LDL
Isoflavon dalam susu kedelai dapat membantu mengurangi oksidasi kolesterol LDL, yang dapat mencegah penumpukan plak di arteri.
-
Studi klinis
Beberapa studi klinis telah menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai dapat membantu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.
Dengan menurunkan kadar kolesterol, susu kedelai dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan kardiovaskular lainnya.
Menjaga kesehatan jantung
Susu kedelai dapat membantu menjaga kesehatan jantung berkat kandungan isoflavonnya, senyawa tanaman yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Isoflavon telah terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Selain itu, susu kedelai juga mengandung saponin, senyawa yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Saponin bekerja dengan cara menghambat penyerapan kolesterol di usus dan meningkatkan produksi empedu, yang membantu mengeluarkan kolesterol dari tubuh.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menemukan bahwa orang yang minum susu kedelai setiap hari memiliki risiko terkena penyakit jantung 20% lebih rendah dibandingkan orang yang tidak minum susu kedelai.
Dengan menjaga kesehatan jantung, susu kedelai dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Membantu menurunkan berat badan
Susu kedelai dapat membantu menurunkan berat badan karena beberapa alasan:
-
Rendah kalori
Susu kedelai mengandung lebih sedikit kalori dibandingkan susu sapi, sehingga dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. -
Kaya protein
Protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan, sehingga dapat membantu mengurangi asupan kalori. -
Mengandung serat
Serat dapat membantu memperlambat pencernaan dan meningkatkan rasa kenyang, sehingga dapat membantu mengurangi asupan kalori.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai dapat membantu menurunkan berat badan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition menemukan bahwa orang yang mengonsumsi susu kedelai selama 12 minggu kehilangan berat badan lebih banyak dibandingkan orang yang mengonsumsi susu sapi.
Susu kedelai dapat menjadi pilihan yang baik untuk orang yang ingin menurunkan berat badan karena rendah kalori, kaya protein, dan mengandung serat. Susu kedelai dapat dikonsumsi sebagai minuman atau digunakan sebagai bahan dasar berbagai makanan dan minuman.
Mengurangi Risiko Kanker
Susu kedelai mengandung isoflavon, senyawa tanaman yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Isoflavon telah terbukti membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus besar.
Salah satu cara isoflavon bekerja adalah dengan memblokir pertumbuhan sel kanker. Isoflavon juga dapat membantu mengurangi peradangan, yang merupakan faktor risiko beberapa jenis kanker.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai dapat membantu mengurangi risiko kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi susu kedelai memiliki risiko terkena kanker payudara 20% lebih rendah dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi susu kedelai.
Susu kedelai dapat menjadi pilihan yang baik untuk orang yang ingin mengurangi risiko kanker. Susu kedelai dapat dikonsumsi sebagai minuman atau digunakan sebagai bahan dasar berbagai makanan dan minuman.
Meningkatkan Kesehatan Tulang
Susu kedelai merupakan sumber kalsium yang baik, mineral penting yang diperlukan untuk kesehatan tulang. Kalsium membantu membangun dan mempertahankan kepadatan tulang, sehingga mengurangi risiko osteoporosis dan patah tulang.
-
Mengandung isoflavon
Susu kedelai juga mengandung isoflavon, senyawa tanaman yang memiliki sifat mirip estrogen. Isoflavon dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang pada wanita pascamenopause, yang berisiko lebih tinggi mengalami osteoporosis.
-
Mengurangi ekskresi kalsium
Fosfor dalam susu kedelai dapat berikatan dengan kalsium dalam makanan, sehingga mengurangi ekskresinya melalui urin. Hal ini dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium dan ketersediaannya untuk kesehatan tulang.
-
Alternatif bagi penderita intoleransi laktosa
Susu kedelai merupakan alternatif yang baik untuk susu sapi bagi orang yang tidak toleran laktosa. Dengan mengonsumsi susu kedelai yang difortifikasi dengan kalsium, penderita intoleransi laktosa tetap dapat memenuhi kebutuhan kalsium mereka untuk kesehatan tulang.
Dengan kandungan kalsium dan isoflavonnya, susu kedelai dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan mengurangi risiko penyakit tulang seperti osteoporosis.
Sumber Protein Nabati
Susu kedelai merupakan sumber protein nabati yang baik, yang berarti protein dalam susu kedelai berasal dari tumbuhan, bukan dari hewan. Protein sangat penting untuk banyak fungsi tubuh, termasuk membangun dan memperbaiki jaringan, memproduksi hormon, dan mengatur kadar gula darah.
Bagi orang yang alergi atau tidak toleran terhadap protein hewani, seperti susu sapi, susu kedelai dapat menjadi sumber protein alternatif yang baik. Susu kedelai juga merupakan pilihan yang baik bagi orang yang mengikuti pola makan vegan atau vegetarian.
Selain manfaatnya sebagai sumber protein nabati, susu kedelai juga mengandung isoflavon, senyawa tanaman yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Isoflavon telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan osteoporosis.
Kaya serat
Susu kedelai kaya akan serat, yang penting untuk kesehatan pencernaan dan dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya.
-
Membantu menurunkan kolesterol
Serat larut dalam susu kedelai dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan mengikat kolesterol di usus dan mencegahnya diserap ke dalam aliran darah.
-
Mengontrol kadar gula darah
Serat larut juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.
-
Meningkatkan rasa kenyang
Serat dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan, yang dapat membantu mengontrol berat badan.
-
Mendukung kesehatan pencernaan
Serat tidak larut dalam susu kedelai dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dengan menambahkan feses dan mencegah sembelit.
Dengan kandungan seratnya yang tinggi, susu kedelai dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk menurunkan kolesterol, mengontrol kadar gula darah, meningkatkan rasa kenyang, dan mendukung kesehatan pencernaan.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Susu kedelai telah menjadi subjek banyak penelitian ilmiah, yang mengonfirmasi manfaat kesehatannya. Salah satu studi yang paling terkenal adalah Studi Kesehatan Perawat, yang mengikuti lebih dari 120.000 perawat selama lebih dari 20 tahun. Studi ini menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi susu kedelai memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung, kanker payudara, dan kanker prostat.
Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menemukan bahwa orang yang minum susu kedelai setiap hari memiliki risiko penyakit jantung 20% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak minum susu kedelai. Studi ini juga menemukan bahwa susu kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa susu kedelai dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi risiko osteoporosis. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini.
Meskipun ada bukti yang mendukung manfaat kesehatan susu kedelai, penting untuk dicatat bahwa tidak semua penelitian menunjukkan hasil yang positif. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa susu kedelai dapat mengganggu fungsi tiroid pada beberapa orang. Oleh karena itu, penting untuk berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi susu kedelai jika Anda memiliki masalah tiroid.